ARTIKEL
INOVASI SISTEM INFORMASI & NEW TECHNOLOGY TENTANG TREN DRONE DAN FLYBOARD
Disusun Oleh : (NPM)
Firdaus (12117382)
Fakultas Ilmu
Komputer dan Teknologi Informasi
Jurusan Sistem
Informasi
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah
SWT, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah
ini dengan baik. Dalam makalah ini saya membahas mengenai Tren teknologi masa
kini dan yang akan datang.
Saya berharap makalah ini dapat bermanfaat
untuk menambahkan wawasan untuk lebih mengenal apa itu tren teknologi masa kini
dan yang akan datang.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih
kepada para blogger di internet yang telah menulis berbagai materi tentang tren
teknologi ini yang telah berperan serta sebagai referensi dalam memudahkan saya
menyusun artikel ini dari awal sampai akhir.
Pengertian
Drone
Pesawat tanpa awak atau Pesawat nirawak (english = Unmanned Aerial Vehicle
atau disingkat UAV), adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi
dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau
mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk
mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik
senjata maupun muatan lainnya. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini
adalah dibidang militer. Rudal walaupun
mempunyai kesamaan tetapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak
karena rudal tidak bisa digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.
Sejarah Awal Drone
Penggunaan dan pengembangan teknologi drone muncul sejak awal
abad 19, sebelum perang dunia I, pertama kali di tanggal 22 Agustus 1849. Pada
saat itu, ada pertempuran antara Austria melawan kota Venesia, Italia. Austria
yang menguasai mayoritas wilayah Italia meluncurkan ratusan balon dari kapal
Austria Vulcano. Dan balon - balon tersebut pun berhasil mengenai target,
walaupun beberapa diantaranya justru meleset berubah arah karena tertiup angin
dan malah meledak di perbatasan Austria dan Italia.
Kemudian, pada 8 November 1898, Nicolas Tesla, penemu
AS keturunan Serbia mematenkan remote control atau pengendali jarak jauh
temuannya. Remote control ini menjadi dasar ilmu robotik kontemporer. Tesla
membuat kapal dan balon yang bisa dikendalikan dari jarak jauh.
Drone era perang dunia
Berasal dari pertempuran
tersebut, pada tahun 1916, sebuah konsep pesawat tanpa awak dibuat dan diberi
nama “Aerial Target”. Namun sepanjang pembuatannya, ternyata alat tersebut tak
kunjung diterbangkan. Namun beberapa waktu kemudian, debut pesawat tanpa awak
bernama “Hewitt-Sperry Automatic Airpane” pun selesai diproduksi. Dan pesawat
tanpa awak jenis ini yang pertama kali terbang dengan membawa misi bom terbang.
Teknologi tersebut pun
sudah mengusung konsep Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan dapat dikontrol dari
jarak jauh. Penggunaanya pun untuk meluncurkan terpedo udara atau rudar
jelajah. Dan pada saat itu, pesawat tanpa awak tersebut pun dikendalikan
menggunakan giroskop.
Sepanjang kiprah
Hewitt-Sperry Automatic Airplane, militer Angkatan Darat Amerika Serikat pun
mencoba mengambil alih pengembangannya. Pada tahun 1917, pesawat tersebut
akhirnya dikembangkan sebagai mesin terpedo udara milik militer negeri paman
sam itu. Dan pada tahun 1918, debut lanjutan pesawat tanpa awak tersebut
melahirkan generasi selanjutnya yang diberinama “Bug Kettering”.
Setelah itu, pesawat tanpa
awak tersebut digunakan untuk peperangan pada era Perang Dunia I.
Perkembangannya pun lambat laun bukan hanya dilakukan oleh Amerika saja. Pada
tahun 1931, pesawat tanpa awak bernama “Fairey Queen” juga dikembangkan oleh
Inggris. Dan paada tahun 1935 bersamaan dengan lahirnya generasi pesawat tanpa
awak bernama “DH.82B Queen Bee” hasil pengembangan Inggris pun menjadi awal
mula munculnya sebutan “Drone”.
Kemudian pada era Perang
Dunia II, Drone digunakan untuk alat latihan para tentara untuk menembak
target. Militer Jerman dari pemerintahan Nazi juga menggunakan drone sebagai
senjata udara UAV sepanjang Perang Dunia II tersebut.
Drone era modern
Di
era modern, drone sudah mulai bisa digunakan oleh masyarakat luas. Tetapi bukan
dalam bentuk pesawat tanpa awak melainkan sejenis RC atau remote control.
Pengguna drone di era modern ini lebih digunakan sebagai hobby seperti memotret
menggunakan drone, membuat video ataupun kompetisi balapan drone.
Drone di masa depan
Baru-baru ini telah ditemukan drone yang dapat
mengangkat dan membawa terbang manusia dan dikendalikan oleh pengendara itu sendiri.
Drone tersebut diciptakan oleh Frank Zapata dengan perusaannya Zapata yang
diberi nama Flyboard. Bentuk dan cara penggunaanya sama seperti drone yang yang
tren saat ini, hanya saja ukuran dan spesifikasinya dibuat lebih kuat untuk
membawa manusia diatasnya.
Perusahaan bernama Zapata ini baru
menggunakan Flyboard ini sebagai alat olahraga. Frank Zapata menyebutkan bahwa
Flyboard ini menggabungkan empat
elemen olahraga yang disukainya yakni snowboard, ski air,
jet ski dan acrobatic dive.
Alat
Flyboard air juga pernah digunakan dan diperkenalkan di Final piala Portugis
pada tahun 2017. Penonton saat itu dibuat kaget dengan kedatangan seseorang
yang menggunakan Flyboard air untuk membawa bola dan diberikan ke wasit di
lapangan.
Kemungkinan dimasa yang akan datang,
Flyboard atau Flyboard air ini akan digunakan oleh masyarakat umum sebagai alat
transportasi sehari hari. Mungkin kita akan melihat lebih banyak lagi Flyboard
atau A man on a drone berterbangan dimasa depan






Komentar
Posting Komentar