MAKALAH
MANUSIA DAN KEINDAHAN
MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DASAR
Disusun oleh :
Firdaus (12117382)
1KA04
Fakultas Ilmu Komputer & Teknik Informatika
Universitas Gunadarma
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, Atas Rahmat dan Karunia-NYA maka kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah Manusia dan Keindahan sebagai bahan materi pembelajaran.
Penyusunan makalah ini adalah merupakan
salah satu tugas agar mahasiswa terlatih guna meningkatkan motifasi belajar
mahasiswa.
Dalam penyusunan makalah ini kami
merasa masih banyak kekurangan baik teknis penyusunan maupun materi, mengingat
akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran sangat saya
harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini kami
menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Rafiqa Maulidia selaku dosen pembawa
mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini.
Wassalamualaikum Wr.Wb
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Keindahan, Setiap manusia
dilahirkan dengan berbagai unsur keindahahan. Ntah unsur keindahan yang berbentuk
fisik maupun keindahan dalam jiwa. Keindahan identik dengan kebenaran, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.
Pancaran keind ahan dari
seseorang dinikmati oleh orang lain. Ditinjau
dari segi bahasa, Keindahan berasal dari kata Indah, diartikan sebagai keadaan
yang enak dipandang, cantik, nyaman, bagus benar atau elok. Keindahan mempunyai
daya tarik yang selalu bertambah.
B. Tujuan
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu mengembangkan,
memahami dan dapat menjelaskan bagaiamana bentuk kerjasama antar bidang profesi
dalam suatu organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1. PENGERTIAN
MANUSIA
Manusia adalah
mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna dari mahluk lain
ciptaanNya. Manusia dikatakan mahluk yang paling sempurna karena manusia mempunyai akal dan
pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan
perbuatan yang dilakukannya. Manusia dapat memilih perbuatn apa yang akan dia
lakukan mulai dari perbuatan yang positif maupun negatif. Secara umum, manusia
juga merupakan mahluk pribadi sekaligus mahluk sosial. Karena manusia tidak
dapat hidup sendiri dan membutuhkan manusia lain dalam kelangsungan hidupnya.
II.2. PENGERTIAN KEINDAHAN
Keindahan berasal dari kata “indah” yang berarti enak
dipandang, bagus, cantik, permai, elok dan sebagainya. Keindahan memiliki
hasrat yang dapat dirasakan, bukan rasa yang terdapat dilidah tetapi rasa di
dalam jiwa, yang memberikan rasa keingintahuan tentang suatu keindahan itu
bertambah. Keindahan juga identik dengan
kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya
memiliki nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang bertambah,
yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.
II.3. HAKEKAT KEINDAHAN
Keindahan adalah susunan kualitas
atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut
adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry)
keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Menurut
pengartiannya, pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas, menurut
Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni,
yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang
diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu
yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa
keindahan bentuk dan warna
Ada 2 nilai yang penting dalam
keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang
sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang
disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang
terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.
Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Teori estetika keindahan
menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan
dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Kelompok yang berpendapat bahwa
keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni karena manusianya menciptakan
penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa
keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai
yang intrinsik ada pada suatu objek.
3. Kelompok yang berpendapat bahwa
keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif,
artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek
manusia dan objek substansi.
Ada tiga hal yang nyata ketika
seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity)
ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini
biasanya disebut sebagai hukum keindahan.
II.4. HUBUNGAN
MANUSIA DENGAN KEINDAHAN
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kita perlu
melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia
dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya.
Jadi, bagaimanapun cara kita menikmati keindahan tersebut, keindahan akan
selalu melekat pada manusia.
Manusia yang menikmati
keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan.
Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar
(auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut dan manusia
tersebut menikmati keindahan yang dialaminya dengan cara mengingat danm
merasakan apa yang sudah ia alami.
Manusia yang mempunyai
konsep keindahan adalah manusia yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif
dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi
manusia merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai
objek imajinasi manusia.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulannya,
Manusia dan keindahan akan selalu melekat dan berhubungan yang bersifat abadi
selama manusia itu selalu menjaga keindahan. Karena pada dasarnya keindahan
bersifat alamiah yang berarti diciptakan oleh Tuhan YME, yang menyangkut
kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung kesatuan (unity), keselarasan
(harmony), kesetangkupan (symetri), keseimbangan (balance), dan pertentangan
(contrast). Diharapkan agar manusia akan selalu menjaga keindahan yang
diberikan oleh Tuhan agar manusia juga akan selalu menikmati keindahan itu
sendiri.
Wasalamuallaikum
warrahmatullahi wabarakatuh.

Komentar
Posting Komentar